Nama : Tunggul Wido Kuncoro
Offering : E24
NIM : 190535646040
Bahasa Indonesia di Kalangan Milenial
Indoensia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan manusia yang sangat berlimpah. Indoensia adalah negara yang dibentuk dari perjuangan para pahlawan tanpa mengemis kemerdekaan kepada negara luar. Rakyat Indoensia berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indoensia sebagai bahasa nasional yang digunakan untuk mempersatukan Indoensia.
Bahasa Indonesia adalah media komunikasi utama masyarakat Indonesia. Beberapa orang menggunakan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua, setelah bahasa ibunya oleh karena masyarakat Indonesia berada dalam tataran situasi bilingual atau multilingual(Rahayu, 2015). Indonesia sebagai bangsa multilingual yang mempunyai ratusan bahasa daerah, tentunya memunculkan berbagai variasi bahasa, yang kita kenal dengan bahasa daerah(Putri, 2017). Oleh sebab itu, dapat dilihat bahwa tanpa bahasa warga Indonesia tidak dapat melakukan hubungan satu dengan lainnya. Bahasa Indoenesia sangat penting bagi keberadaan negara Indoensia.
Sejarahnya, bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 fase Tiga fase itu adalah (1) bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, (2) bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, dan (3) bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.(Sudaryanto, 2018). Keberadaan bahasa Indonesia dilindungi oleh Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2009 yang berarti keberadaan serta keberlangsungan bahasa Indonesia memiliki kekuatan hukum yang jelas dan kuat(Mulyaningsih, 2017; Widyartono, t.t.-b). Bahasa Indoensia adalah bahasa resmi yang dilindung oleh hukum yang ada di Negara Indoensia. Bahasa Indoensia memiliki pengaruh yang besar baik terhadap komunikasi dan terhadap politik di Indonesia.
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses global itu sendiri(Yoga Agustin, 2011). Era globalisasi dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk bahasa. Bahasa bebas dipakai oleh semua bangsa di dunia ialah bahasa Inggris, yang pemakainya lebih dari satu miliar(Kusumawati, 2018). Para remaja sekarang sering menyelipkan bahasa asing di dalam bahasa Indonesia dikarenakan kepercayaan bahwa akan terlihat modern, dan terpelajar jika menggunakan istilah atau bahasa asing dalam berkomunikasi pada pergaulan sehari-hari. (Anjani, 2018; Marsudi & Zahrok, 2015). Pada masa ini, Indoensia mengalami tantangan dalam hal globalisasi yang dapat mengancam keberadaan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan yang dapat mempersiapkan
Perubahan dunia dipengaruhi oleh sepuluh megatren 2045, yaitu “demografi dunia, urbanisasi global, perdagangan internasional, keuangan global, kelas pendapatan menengah, persaingan sumber daya alam, perubahan iklim, kemajuan teknologi, perubahan geopolitik, dan perubahan geoekonomi” (Kemdikbud, 2018). Bahasa Indonesia perlu dipakai dengan baik dan benar sesuai yang telah disepakati. Hal ini berarti bahasa Indonesia digunakan sesuai dengan situasi, kondisi dan kaidah kebahasaan. Melalui kapabilitas berbahasa Indonesia yang baik dan benar ini, generasi emas Indonesia 2045 dapat melaksanakan pembangunan bangsa Indonesia(Widyartono, t.t.-a). Generasi emas terdapat di tahun 2045 mungkin bisa menjadi batu loncatan yang dapat memajukan negara Indonesia.
Untuk itu, peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi(Murti, 2015). Peningkatan kapabilitas guru mutlak dilakukan seiring perkembangan zaman. Subjek didik harus mendapatkan hak-haknya untuk belajar sehingga dapat berperan serta dalam pembangunan bangsa dan mampu menghadapi perubahan tren dunia.(Widyartono, t.t.-b). Rata-rata mahasiswa percaya bahwa bahasa Indonesia akan tetap eksis meskipun di tengah bahasa-bahasa asing, seperti Korea, Mandarin, Jepang, Perancis, dan Spanyol (Mulyaningsih, 2017).
Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa peran mahasiswa adalah untuk memperlajari dan melestarikan bahasa Indonesia. Warga, keluarga, serta lembaga pendidikan memiliki peran dalam pengajaran dan pemberi arahan terhadap penggunaan bahasa Indoensia yang baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Anjani, F. (2018). Pengaruh Media Sosial dan Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Milenial [Preprint]. INA-Rxiv. https://doi.org/10.31227/osf.io/jwbfm
Kusumawati, T. I. (2018). PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM ERA GLOBALISASI. 10.
Marsudi, M., & Zahrok, S. (2015). KESETIAAN BERBAHASA INDONESIA DIPERTANYAKAN DI ERA GLOBALISASI. Jurnal Sosial Humaniora, 8(1), 95. https://doi.org/10.12962/j24433527.v8i1.1245
Mulyaningsih, I. (2017). SIKAP MAHASISWA TERHADAP BAHASA INDONESIA. Indonesian Language Education and Literature, 3(1), 79. https://doi.org/10.24235/ileal.v3i1.1525
Murti, S. (2015). EKSISTENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI. 8.
Putri, N. P. (2017). EKSISTENSI BAHASA INDONESIA PADA GENERASI MILLENNIAL. 5.
Rahayu, A. P. (2015). MENUMBUHKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN. 2, 15.
Sudaryanto. (2018). TIGA FASE PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA (1928—2009): KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS. AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 16.
Widyartono, D. D. (t.t.-a). PERAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN 6.0 UNTUK GENERASI EMAS 2045. 11.
Widyartono, D. D. (t.t.-b). SADAR BERBAHASA INDONESIA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN MENGHADAPI PERUBAHAN TREN DUNIA. 10.
Yoga Agustin, D. S. (2011). PENURUNAN RASA CINTA BUDAYA DAN NASIONALISME GENERASI MUDA AKIBAT GLOBALISASI. Jurnal Sosial Humaniora, 4(2). https://doi.org/10.12962/j24433527.v4i2.632
Jumat, 30 Oktober 2020
Bahasa Indonesia di Kalangan Milenial
Langganan:
Postingan (Atom)