BAB
I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Kontraksi otot terjadi karena adanya rangsangan bentuk
rangsangan sendiri bisa berbentuk rangsangan mekanis, kimia, fisik maupun
listrik. Melalui sistem syaraf yang kompleks rangsangan tersebut akan
diantarkan pada otot tertentu, sehingga terjadi kontraksi.
Otot secara
umum memiliki cara kerja yang sama. Hal itu berlaku juga pada otot manusia dan
hewan. Otot sendiri merupakan alat gerak aktif karena berfungsi untuk
berkontraksi. Otot akan memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika
berelaksasi. Hal ni dikarenakan otot sendiri tersusun atas dua filamen yaitu
filamen aktin yang tipis dan filamen yang tebal yang keduanya menyusun
miofibril dilanjutkan menyusun serabut otot dan selanjutnya menyusun miofibril
dilanjutkan menyusun serabut otot dan selanjutnya menyusun satu otot. Sesuai
dengan penjelasan diatas bahwa fungsi otot salah satu diantaranya adalah
mengkerut atau memendek sehingga akibat pemendekan ini maka bentuk sendi akan
berubah dengan kata lain bergerak.
Sehubungan
dengan hal itu, untuk mengetahui kontraksi oto katak terhadap rangsangan maka
perlu dilakukan kajian terhadap karya ilmiah yang dibuat. Untuk itu kajian /
penelititan judul “Kontraksi Otot Katak Terhadap Rangsang” penting untuk
dilakukan. Rencana kegiatan ini dituangkan di dalam proposal ini.
BAB
II
Landasan Teori
2.1 Proses Kontraksi Otot
Saat
terjadinya konraksi pada otot, ukuran panjang dari setiap bagian sakromer akan
mengalami proses reduksi (pengurangan). Agar bagian sel pada otot dapat dapat
mengalami proses kontraksi, maka tempat pengikatan myosin pada aktin wajib
terbuka. Tempat yang digunakan untuk proses pengikatan bisa terbuka ketika ion
kalsium melakukan pengikatan troponin dan juga tropomiosin. Ketika ada ion Ca2+
, yang mengalami suatu gerakan pergeseran di antara filamen yang halus
dan kasar (aktin) saling timpang tindih dengan demikin bagian otot akan
mengalami kontraksi.
2.2 Mekanisme
Kerja
Pada filamen
tebal (miosin) terdapatbagian mirip kepala yang berfungsi mengait filamen
(aktin). Kaitan dari kepala miosin inilah yang menyebabkan terjadinya gerakan
meluncur (sliding) yang menimbulkan otot berkontraksi.
2.3 Daya
Tahan Otot
Pengertian
daya tahan otot adalah suatu kapasitas sekelompok otot untuk berkontraksi
secara berulang atau beruntun dalam jangka waktu tertentu terhadap suatu beban.
2.4 Pembentuk
Otot
Otot memiliki
sel – sel yang tipis dan panjang yang mengubah energi yang tersimpan dalam
bentuk lemak dan gula (glukosa) menjadi gerakan dan panas.
2.5 Saraf
Katak
Sistem syaraf
katak terdiri atas: (1) sistem saraf pusat dengan otak besar dan serabut spinal
dibagian beakang, (2) sistem syaraf pinggir yang terdiri atas 10 - 12 pasang
nervi cranalis , sepasang nervi spinalis dan sistem syaraf autonom atau
simpatis.
2.6 Susunan
Mytone
Mytone tersusun vertikal, serabut – serabut ototnya
tersusun intersegmental.
2.7 Kelelahan
Pada Otot
Kelelahan otot
merupakan perasaan lelah yang terjadi pada otot - otot tubuh akibat kekurangan
energi atau kekuatan pada otot. Kondisi
tersebut mengharuskan otot untuk mendapatkan istirahat.
2.8 Pengertian
Otot Secara Universal
Otot adalah
sebuah jaringan yang terdapat dalam tubuh manusia dan hewan yang mempunyai
fungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot yang sehat
diperlukan untuk menopang tubuh. Olahraga adalah suatu cara untuk menjaga
kesehatan otot. Selain olahraga, asupan gizi yang baik juga dibutuhkan oleh
tubuh.
2.9 Sumber
Energi
Sumber energi
utama untuk gerakan (kontraksi) oto yaitu adenosin tri fosfat (ATP). Akan
tetapi, jumlah yang tersedia hanya dapat digunakan untuk kontraksi dalam waktu
bberapa detik saja. Sumber energi lainnya pada otot, yaitu fosfokreatin.
Fosfokreatin ini adalah suatu bentuk persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang
tardapat pada otot dalam konsentrasi yang tinggi.
2.10
Sifat Rangsangan Makhluk Hidup
Yang membuat
makhluk memiliki sifat rangsang karena adanya syaraf dan hormon. Pada hewan dan
manusia organ yang berfungsi untuk menanggapi rangsangan disebut sistem syaraf,
alat gerak atau alat indera. Sedangkan pada tumbuhan tidak ada organ atau
syaraf tapi tumbuhan memiliki kepekaan terhadap rangsang. Sala satu sistem
syaraf adalah syaraf otonom. Sistem syaraf otonom mengatur kerja jaringan dan
organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Sistem syaraf
somatis, disebut juga dengan sistem syaraf sadar. Syaraf - syaraf dari sitem
somatis menghantarka informasi antara kulit, sistem syaraf pusat, dan otot -
otot rangka.
BAB
III
Metode Penelitian
4.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan pada tanggal 01 Februari 2018 - 01
Maret 2018 , tempat laboratorium biologi SMAN 02 Lumajang.
4.2 Jenis Penelitian
Penitian kualitatif penelitian tentang riset yang
bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna
(perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan
teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di
lapangan.
4.3 Subyek Penelitian
Katak (Otot femur katak)
4.4 Teknik Pengumpulan
Data
Penelitian dan kajian pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Yatim, Wildan. 1987. Biologi Modern. Bandung. TARSITO
Brewer, Sarah. 1997. Fakta Tubuh. Jakarta. Penerbit
Erlangga
Kastowo, Hadi. 1982. ZOOLOGI UMUM. Bandung. Penerbit
Alumni
https://dosenbiologi.com/manusia/mekanisme-kontraksi-otot.”Mekanisme Kontraksi Otot
Paling
Lengkap”. Diakses tahun 2018
Panji. 2016.
http://www.edubio.info/2015/06/mekanisme-kontraksi-otot.html.”
MEKANISME
KONTRAKSI OTOT”. Diakses tahun 2018
Alegala,Asep Kurnia. 2006. http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-daya-tahan-
otot/ .
“PENGERTIAN DAYA TAHAN OTOT”. Diakses tahun 2018
https://halosehat.com/penyakit/kelelahan-otot. “Kelelahan Otot”. Diakses tahun 2018
http://pikirsehat.blogspot.co.id/2015/03/menjaga-kesehatan-otot.html.” Menjaga Kesehatan
Otot”.
Diakses tahun 2018
Fadhilah, Debby. http://ilmuveteriner.com/sumber-energi-untuk-gerakan-otot/
. “Sumber
Energi
Untuk Otot”. Diakses tahun 2018