Jumat, 30 Oktober 2020

Bahasa Indonesia di Kalangan Milenial

Nama              : Tunggul Wido Kuncoro

Offering          : E24

NIM                : 190535646040

 

Bahasa Indonesia di Kalangan Milenial

 

Indoensia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan manusia yang sangat berlimpah. Indoensia adalah negara yang dibentuk dari perjuangan para pahlawan tanpa mengemis kemerdekaan kepada negara luar. Rakyat Indoensia berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indoensia sebagai bahasa nasional yang digunakan untuk mempersatukan Indoensia.

 

Bahasa Indonesia adalah media komunikasi utama masyarakat Indonesia. Beberapa orang menggunakan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua, setelah bahasa ibunya oleh karena masyarakat Indonesia berada dalam tataran situasi bilingual atau multilingual(Rahayu, 2015). Indonesia sebagai bangsa multilingual yang mempunyai ratusan bahasa daerah, tentunya memunculkan berbagai variasi bahasa, yang kita kenal dengan bahasa daerah(Putri, 2017).  Oleh sebab itu, dapat dilihat bahwa tanpa bahasa warga Indonesia tidak dapat melakukan hubungan satu dengan lainnya. Bahasa Indoenesia sangat penting bagi keberadaan negara Indoensia.

 

Sejarahnya, bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 fase Tiga fase itu adalah (1) bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, (2) bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, dan (3) bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.(Sudaryanto, 2018). Keberadaan bahasa Indonesia dilindungi oleh Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2009 yang berarti  keberadaan serta keberlangsungan bahasa Indonesia memiliki kekuatan hukum yang jelas dan kuat(Mulyaningsih, 2017; Widyartono, t.t.-b). Bahasa Indoensia adalah bahasa resmi yang dilindung oleh hukum yang ada di Negara Indoensia. Bahasa Indoensia memiliki pengaruh yang besar baik terhadap komunikasi dan terhadap politik di Indonesia.

 

Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses global itu sendiri(Yoga Agustin, 2011). Era globalisasi dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk bahasa. Bahasa bebas  dipakai oleh semua bangsa di dunia ialah bahasa Inggris, yang pemakainya lebih dari satu miliar(Kusumawati, 2018). Para remaja sekarang sering menyelipkan bahasa asing di dalam bahasa Indonesia dikarenakan kepercayaan bahwa akan terlihat modern, dan terpelajar jika menggunakan istilah atau bahasa asing dalam berkomunikasi pada pergaulan sehari-hari. (Anjani, 2018; Marsudi & Zahrok, 2015). Pada masa ini, Indoensia mengalami tantangan dalam hal globalisasi yang dapat mengancam keberadaan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan yang dapat mempersiapkan

 

Perubahan dunia dipengaruhi oleh sepuluh megatren 2045, yaitu “demografi dunia, urbanisasi global, perdagangan internasional, keuangan global, kelas pendapatan menengah, persaingan sumber daya alam, perubahan iklim, kemajuan teknologi, perubahan geopolitik, dan perubahan geoekonomi” (Kemdikbud, 2018). Bahasa Indonesia perlu dipakai dengan baik dan benar sesuai yang telah disepakati. Hal ini berarti bahasa Indonesia digunakan sesuai dengan situasi, kondisi dan kaidah kebahasaan. Melalui kapabilitas berbahasa Indonesia yang baik dan benar ini, generasi emas Indonesia 2045 dapat melaksanakan pembangunan bangsa Indonesia(Widyartono, t.t.-a). Generasi emas terdapat di tahun 2045 mungkin bisa menjadi batu loncatan yang dapat memajukan negara Indonesia.  

 

Untuk itu, peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi(Murti, 2015). Peningkatan kapabilitas guru mutlak dilakukan seiring perkembangan zaman. Subjek didik harus mendapatkan hak-haknya untuk belajar sehingga dapat berperan serta dalam pembangunan bangsa dan mampu menghadapi perubahan tren dunia.(Widyartono, t.t.-b). Rata-rata mahasiswa percaya bahwa bahasa Indonesia akan tetap eksis meskipun di tengah bahasa-bahasa asing, seperti Korea, Mandarin, Jepang, Perancis, dan Spanyol (Mulyaningsih, 2017).

 

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa peran mahasiswa adalah untuk memperlajari dan melestarikan bahasa Indonesia. Warga, keluarga, serta lembaga pendidikan memiliki peran dalam pengajaran dan pemberi arahan terhadap penggunaan bahasa Indoensia yang baik dan benar.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Anjani, F. (2018). Pengaruh Media Sosial dan Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Milenial [Preprint]. INA-Rxiv. https://doi.org/10.31227/osf.io/jwbfm

Kusumawati, T. I. (2018). PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM ERA GLOBALISASI. 10.

Marsudi, M., & Zahrok, S. (2015). KESETIAAN BERBAHASA INDONESIA DIPERTANYAKAN DI ERA GLOBALISASI. Jurnal Sosial Humaniora, 8(1), 95. https://doi.org/10.12962/j24433527.v8i1.1245

Mulyaningsih, I. (2017). SIKAP MAHASISWA TERHADAP BAHASA INDONESIA. Indonesian Language Education and Literature, 3(1), 79. https://doi.org/10.24235/ileal.v3i1.1525

Murti, S. (2015). EKSISTENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI. 8.

Putri, N. P. (2017). EKSISTENSI BAHASA INDONESIA PADA GENERASI MILLENNIAL. 5.

Rahayu, A. P. (2015). MENUMBUHKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN. 2, 15.

Sudaryanto. (2018). TIGA FASE PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA (1928—2009): KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS. AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 16.

Widyartono, D. D. (t.t.-a). PERAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN 6.0 UNTUK GENERASI EMAS 2045. 11.

Widyartono, D. D. (t.t.-b). SADAR BERBAHASA INDONESIA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN MENGHADAPI PERUBAHAN TREN DUNIA. 10.

Yoga Agustin, D. S. (2011). PENURUNAN RASA CINTA BUDAYA DAN NASIONALISME GENERASI MUDA AKIBAT GLOBALISASI. Jurnal Sosial Humaniora, 4(2). https://doi.org/10.12962/j24433527.v4i2.632

 

  

Kamis, 06 September 2018

Proposal Penelitian Kontraksi Otot Katak Terhadap Rangsangan



BAB I
Pendahuluan


1.1  Latar Belakang Masalah
 Kontraksi otot terjadi karena adanya rangsangan bentuk rangsangan sendiri bisa berbentuk rangsangan mekanis, kimia, fisik maupun listrik. Melalui sistem syaraf yang kompleks rangsangan tersebut akan diantarkan pada otot tertentu, sehingga terjadi kontraksi.
Otot secara umum memiliki cara kerja yang sama. Hal itu berlaku juga pada otot manusia dan hewan. Otot sendiri merupakan alat gerak aktif karena berfungsi untuk berkontraksi. Otot akan memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Hal ni dikarenakan otot sendiri tersusun atas dua filamen yaitu filamen aktin yang tipis dan filamen yang tebal yang keduanya menyusun miofibril dilanjutkan menyusun serabut otot dan selanjutnya menyusun miofibril dilanjutkan menyusun serabut otot dan selanjutnya menyusun satu otot. Sesuai dengan penjelasan diatas bahwa fungsi otot salah satu diantaranya adalah mengkerut atau memendek sehingga akibat pemendekan ini maka bentuk sendi akan berubah dengan kata lain bergerak.
Sehubungan dengan hal itu, untuk mengetahui kontraksi oto katak terhadap rangsangan maka perlu dilakukan kajian terhadap karya ilmiah yang dibuat. Untuk itu kajian / penelititan judul “Kontraksi Otot Katak Terhadap Rangsang” penting untuk dilakukan. Rencana kegiatan ini dituangkan di dalam proposal ini.






BAB II
Landasan Teori


2.1          Proses Kontraksi Otot
Saat terjadinya konraksi pada otot, ukuran panjang dari setiap bagian sakromer akan mengalami proses reduksi (pengurangan). Agar bagian sel pada otot dapat dapat mengalami proses kontraksi, maka tempat pengikatan myosin pada aktin wajib terbuka. Tempat yang digunakan untuk proses pengikatan bisa terbuka ketika ion kalsium melakukan pengikatan troponin dan juga tropomiosin. Ketika ada ion Ca2+ , yang mengalami suatu gerakan pergeseran di antara filamen yang halus dan kasar (aktin) saling timpang tindih dengan demikin bagian otot akan mengalami kontraksi.

2.2          Mekanisme Kerja
Pada filamen tebal (miosin) terdapatbagian mirip kepala yang berfungsi mengait filamen (aktin). Kaitan dari kepala miosin inilah yang menyebabkan terjadinya gerakan meluncur (sliding) yang menimbulkan otot berkontraksi.

2.3          Daya Tahan Otot
Pengertian daya tahan otot adalah suatu kapasitas sekelompok otot untuk berkontraksi secara berulang atau beruntun dalam jangka waktu tertentu terhadap suatu beban.

2.4          Pembentuk Otot
Otot memiliki sel – sel yang tipis dan panjang yang mengubah energi yang tersimpan dalam bentuk lemak dan gula (glukosa) menjadi gerakan dan panas.

2.5          Saraf Katak
Sistem syaraf katak terdiri atas: (1) sistem saraf pusat dengan otak besar dan serabut spinal dibagian beakang, (2) sistem syaraf pinggir yang terdiri atas 10 - 12 pasang nervi cranalis , sepasang nervi spinalis dan sistem syaraf autonom atau simpatis.

2.6          Susunan Mytone
Mytone tersusun vertikal, serabut – serabut ototnya tersusun intersegmental.

2.7          Kelelahan Pada Otot
Kelelahan otot merupakan perasaan lelah yang terjadi pada otot - otot tubuh akibat kekurangan energi atau kekuatan pada otot. Kondisi  tersebut mengharuskan otot untuk mendapatkan istirahat.

2.8          Pengertian Otot Secara Universal
Otot adalah sebuah jaringan yang terdapat dalam tubuh manusia dan hewan yang mempunyai fungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot yang sehat diperlukan untuk menopang tubuh. Olahraga adalah suatu cara untuk menjaga kesehatan otot. Selain olahraga, asupan gizi yang baik juga dibutuhkan oleh tubuh.

2.9        Sumber Energi
Sumber energi utama untuk gerakan (kontraksi) oto yaitu adenosin tri fosfat (ATP). Akan tetapi, jumlah yang tersedia hanya dapat digunakan untuk kontraksi dalam waktu bberapa detik saja. Sumber energi lainnya pada otot, yaitu fosfokreatin. Fosfokreatin ini adalah suatu bentuk persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang tardapat pada otot dalam konsentrasi yang tinggi.

2.10          Sifat Rangsangan Makhluk Hidup
Yang membuat makhluk memiliki sifat rangsang karena adanya syaraf dan hormon. Pada hewan dan manusia organ yang berfungsi untuk menanggapi rangsangan disebut sistem syaraf, alat gerak atau alat indera. Sedangkan pada tumbuhan tidak ada organ atau syaraf tapi tumbuhan memiliki kepekaan terhadap rangsang. Sala satu sistem syaraf adalah syaraf otonom. Sistem syaraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak  dipengaruhi oleh kehendak kita. Sistem syaraf somatis, disebut juga dengan sistem syaraf sadar. Syaraf - syaraf dari sitem somatis menghantarka informasi antara kulit, sistem syaraf pusat, dan otot - otot rangka.







BAB III
Metode Penelitian

4.1 Waktu dan Tempat Penelitian
            Penelitian dilakukan pada tanggal 01 Februari 2018 - 01 Maret 2018 , tempat laboratorium biologi SMAN 02 Lumajang.

4.2 Jenis Penelitian
           Penitian kualitatif penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.


4.3 Subyek Penelitian
            Katak (Otot femur katak)

4.4 Teknik Pengumpulan Data
            Penelitian dan kajian pustaka













DAFTAR PUSTAKA

Yatim, Wildan. 1987. Biologi Modern. Bandung. TARSITO
Brewer, Sarah. 1997. Fakta Tubuh. Jakarta. Penerbit Erlangga
Kastowo, Hadi. 1982. ZOOLOGI UMUM. Bandung. Penerbit Alumni
https://dosenbiologi.com/manusia/mekanisme-kontraksi-otot.”Mekanisme Kontraksi Otot
Paling Lengkap”. Diakses tahun 2018

Panji. 2016. http://www.edubio.info/2015/06/mekanisme-kontraksi-otot.html.”

MEKANISME KONTRAKSI OTOT”. Diakses tahun 2018


Alegala,Asep Kurnia. 2006. http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-daya-tahan-
otot/ . “PENGERTIAN DAYA TAHAN OTOT”. Diakses tahun 2018
https://halosehat.com/penyakit/kelelahan-otot. “Kelelahan Otot”. Diakses tahun 2018
http://pikirsehat.blogspot.co.id/2015/03/menjaga-kesehatan-otot.html.” Menjaga Kesehatan
            Otot”. Diakses tahun 2018
Fadhilah, Debby. http://ilmuveteriner.com/sumber-energi-untuk-gerakan-otot/ . “Sumber
            Energi Untuk Otot”. Diakses tahun 2018

Radioactive (Imagine Dragon)


Whoa, oh, oh
Whoa, oh, oh
Whoa, oh, oh
Whoa

I'm waking up to ash and dust
I wipe my brow and I sweat my rust
I'm breathing in the chemicals

I'm breaking in, shaping up, then checking out on the prison bus
This is it, the apocalypse

Whoa

I'm waking up, I feel it in my bones
Enough to make my systems blow
Welcome to the new age, to the new age
Welcome to the new age, to the new age
Whoa, oh, oh, oh, oh, whoa, oh, oh, oh, I'm radioactive, radioactive
Whoa, oh, oh, oh, oh, whoa, oh, oh, oh, I'm radioactive, radioactive
I raise my flags, don my clothes
It's a revolution, I suppose
We'll paint it red to fit right in

Whoa

I'm breaking in, shaping up, then checking out on the prison bus
This is it, the apocalypse

Whoa

I'm waking up, I feel it in my bones
Enough to make my systems blow
Welcome to the new age, to the new age
Welcome to the new age, to the new age
Whoa, oh, oh, oh, oh, whoa, oh, oh, oh, I'm radioactive, radioactive
Whoa, oh, oh, oh, oh, whoa, oh, oh, oh, I'm radioactive, radioactive
All systems go, the sun hasn't died
Deep in my bones, straight from inside
I'm waking up, I feel it in my bones
Enough to make my systems blow
Welcome to the new age, to the new age
Welcome to the new age, to the new age
Whoa, oh, oh, oh, oh, whoa, oh, oh, oh, I'm radioactive, radioactive
Whoa, oh, oh, oh, oh, whoa, oh, oh, oh, I'm radioactive, radioactive

Selasa, 21 Agustus 2018

RF Classic Leveling

  1. Bagi kalian pemain RF Classic, kalian pasti mengalami kesulitan dalam meningkatkan lvl character Anda. Kali ini Saya akan berbagi tips bagaimana cara lvling  RF mulai dari lvl 1 - 40.


    1.     Lvl 1 - 30

    ·        Pada lvl ini mungkin tidak ada kendala dalam melakukan leveling. Anda cukup melakukan quest yang telah diberikan kepada character anda baik Bellato, Cora, dan Acretia.
    ·        Kalian dapat menggunakan armor yang dijual di Penjual senjata di Pos markas.

    2.     Lvl 30 – 35

    ·        Pada level ini mungkin kalian akan merasakan ex panda akan bertambah lebih lambat dari biasanya. Pada lvl 30 – 32 kalian bisa lawan ace brutal ato ace clod meat

    3.     Lvl 35 – 40

    ·        Pada lvl ini penambahan lvl anda akan semakin susah. Anda dapat meminta para patriot yang lvlnya lebih besar untuk melakukan GB level :v

    Sekian dlu teman – teman, itulah yang dapat saya bagi tips leveling RF Classic semoga dapat mebantu.

Minggu, 22 Juli 2018

Percobaan Perkecambahan Kacang Merah


Rancangan Percobaan
       A.    Judul
        Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Keberhasilan Perkecambahan Kacang Merah
       B.     Tujuan
        Untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap keberhasilan perkecambahan kacang                merah
       C.     1.) Variabel Bebas : Intensitas Cahaya
a.       I   (kacang merah dibiarkan terbuka/terkena cahaya)
b.      II  (kacang merah diruang teduh/ditutup dengan plastik mika)
c.       III (kacang merah di ruang gelap/ di bawah kolong)
        2.) Variabel Kontrol                                                                                                                     
            a.   Biji kacang merah (ukuran, berat)                                                                        
            b.   Media tanam                                                                                                                 
            c.   Volume air                                                                                                                  
            d.   Lapisan kapas (ketebalan)
       3.) Variabel Terikat                                                                                                
            Keberhasilan perkecambahan
        D.    Alat dan Bahan
     Alat:                                                                                                                                     
      -Botol aqua 1,5 L (6 buah)                                                                                               
      -Penggaris                                                                                                                                
      -Wadah(baskom)
     Bahan:                                                                                                                                          
      -Air                                                                                                                                          
      -Biji kacang merah ± 30 biji                                                                                                   
      -Kapas selection
        E.     Langkah Kerja
1.      Siapkan wadah (baskom), lalu isi penuh dengan air
2.      Rendam kacang merah ke dalam baskom selama ± 3 jam untuk mengetahui mana biji kacang merah yang layak kita gunakan untuk dijadikan objek eksperimen. Percobaan menggunakan biji yang tenggelam
3.      Siapkan 6 botol bekas 1,5 L. Potong secara horizontal botol aqua bekas 1,5 L dengan ukuran 15 cm. dari bawah. Ulangi pada ke-5 botol lainnya
4.      Rendam kapas selection sebanyak 2 lapis ke dalam baskom yang berisi air
5.      Masukkan kapas yang sudah direndam ke-6 botol tersebut.
a.       Percobaan 1 (kacang merah dibiarkan terbuka/terkena cahaya langsung)
-Ambil 2 botol yang sudah diberi kapas, masukkan kacang merah masing-masing sebanyak 5 biji ke dalam kedua botol tersebut.
-Letakkan di halaman terbuka (berhubungan dengan cahaya langsung)

b.      Percobaan 2 (kacang merah ditutup dengan plastik mika)
-Ambil 2 botol yang sudah diberi kapas, masukkan kacang merah masing-masing sebanyak 5 biji ke dalam kedua botol tersebut.
-Letakkan di ruang teduh dan tutup botol tersebut dengan plastik mika
c.       Percobaan 3 (kacang merah di ruang gelap/ di bawah kolong)
-Ambil 2 botol yang sudah diberi kapas, masukkan kacang merah masing-masing 5 biji ke dalam kedua botol tersebut.
-Letakkan di dalam kolong (tidak ada cahaya)
6.  Amati perubahan yang terjadi dan catat ke dalam tabel pengamatan
        F.      Tabel Data Hasil Pengamatan

K
Hari 1
Hari 2
Hari 3
Hari 4
Hari 5
Hari 6
Hari 7
P
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
W 1





















W 2






















Keterangan:   K ( Keterangan)
                       P (Perlakuan)
                       W1 (Wadah 1)
                       W2 (Wadah 2)
                       + (tedapat tanda perkecambahan)                                                     
                       - (tidak ada tanda perkecambahan)