Kamis, 06 September 2018

Proposal Penelitian Kontraksi Otot Katak Terhadap Rangsangan



BAB I
Pendahuluan


1.1  Latar Belakang Masalah
 Kontraksi otot terjadi karena adanya rangsangan bentuk rangsangan sendiri bisa berbentuk rangsangan mekanis, kimia, fisik maupun listrik. Melalui sistem syaraf yang kompleks rangsangan tersebut akan diantarkan pada otot tertentu, sehingga terjadi kontraksi.
Otot secara umum memiliki cara kerja yang sama. Hal itu berlaku juga pada otot manusia dan hewan. Otot sendiri merupakan alat gerak aktif karena berfungsi untuk berkontraksi. Otot akan memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Hal ni dikarenakan otot sendiri tersusun atas dua filamen yaitu filamen aktin yang tipis dan filamen yang tebal yang keduanya menyusun miofibril dilanjutkan menyusun serabut otot dan selanjutnya menyusun miofibril dilanjutkan menyusun serabut otot dan selanjutnya menyusun satu otot. Sesuai dengan penjelasan diatas bahwa fungsi otot salah satu diantaranya adalah mengkerut atau memendek sehingga akibat pemendekan ini maka bentuk sendi akan berubah dengan kata lain bergerak.
Sehubungan dengan hal itu, untuk mengetahui kontraksi oto katak terhadap rangsangan maka perlu dilakukan kajian terhadap karya ilmiah yang dibuat. Untuk itu kajian / penelititan judul “Kontraksi Otot Katak Terhadap Rangsang” penting untuk dilakukan. Rencana kegiatan ini dituangkan di dalam proposal ini.






BAB II
Landasan Teori


2.1          Proses Kontraksi Otot
Saat terjadinya konraksi pada otot, ukuran panjang dari setiap bagian sakromer akan mengalami proses reduksi (pengurangan). Agar bagian sel pada otot dapat dapat mengalami proses kontraksi, maka tempat pengikatan myosin pada aktin wajib terbuka. Tempat yang digunakan untuk proses pengikatan bisa terbuka ketika ion kalsium melakukan pengikatan troponin dan juga tropomiosin. Ketika ada ion Ca2+ , yang mengalami suatu gerakan pergeseran di antara filamen yang halus dan kasar (aktin) saling timpang tindih dengan demikin bagian otot akan mengalami kontraksi.

2.2          Mekanisme Kerja
Pada filamen tebal (miosin) terdapatbagian mirip kepala yang berfungsi mengait filamen (aktin). Kaitan dari kepala miosin inilah yang menyebabkan terjadinya gerakan meluncur (sliding) yang menimbulkan otot berkontraksi.

2.3          Daya Tahan Otot
Pengertian daya tahan otot adalah suatu kapasitas sekelompok otot untuk berkontraksi secara berulang atau beruntun dalam jangka waktu tertentu terhadap suatu beban.

2.4          Pembentuk Otot
Otot memiliki sel – sel yang tipis dan panjang yang mengubah energi yang tersimpan dalam bentuk lemak dan gula (glukosa) menjadi gerakan dan panas.

2.5          Saraf Katak
Sistem syaraf katak terdiri atas: (1) sistem saraf pusat dengan otak besar dan serabut spinal dibagian beakang, (2) sistem syaraf pinggir yang terdiri atas 10 - 12 pasang nervi cranalis , sepasang nervi spinalis dan sistem syaraf autonom atau simpatis.

2.6          Susunan Mytone
Mytone tersusun vertikal, serabut – serabut ototnya tersusun intersegmental.

2.7          Kelelahan Pada Otot
Kelelahan otot merupakan perasaan lelah yang terjadi pada otot - otot tubuh akibat kekurangan energi atau kekuatan pada otot. Kondisi  tersebut mengharuskan otot untuk mendapatkan istirahat.

2.8          Pengertian Otot Secara Universal
Otot adalah sebuah jaringan yang terdapat dalam tubuh manusia dan hewan yang mempunyai fungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot yang sehat diperlukan untuk menopang tubuh. Olahraga adalah suatu cara untuk menjaga kesehatan otot. Selain olahraga, asupan gizi yang baik juga dibutuhkan oleh tubuh.

2.9        Sumber Energi
Sumber energi utama untuk gerakan (kontraksi) oto yaitu adenosin tri fosfat (ATP). Akan tetapi, jumlah yang tersedia hanya dapat digunakan untuk kontraksi dalam waktu bberapa detik saja. Sumber energi lainnya pada otot, yaitu fosfokreatin. Fosfokreatin ini adalah suatu bentuk persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang tardapat pada otot dalam konsentrasi yang tinggi.

2.10          Sifat Rangsangan Makhluk Hidup
Yang membuat makhluk memiliki sifat rangsang karena adanya syaraf dan hormon. Pada hewan dan manusia organ yang berfungsi untuk menanggapi rangsangan disebut sistem syaraf, alat gerak atau alat indera. Sedangkan pada tumbuhan tidak ada organ atau syaraf tapi tumbuhan memiliki kepekaan terhadap rangsang. Sala satu sistem syaraf adalah syaraf otonom. Sistem syaraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak  dipengaruhi oleh kehendak kita. Sistem syaraf somatis, disebut juga dengan sistem syaraf sadar. Syaraf - syaraf dari sitem somatis menghantarka informasi antara kulit, sistem syaraf pusat, dan otot - otot rangka.







BAB III
Metode Penelitian

4.1 Waktu dan Tempat Penelitian
            Penelitian dilakukan pada tanggal 01 Februari 2018 - 01 Maret 2018 , tempat laboratorium biologi SMAN 02 Lumajang.

4.2 Jenis Penelitian
           Penitian kualitatif penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.


4.3 Subyek Penelitian
            Katak (Otot femur katak)

4.4 Teknik Pengumpulan Data
            Penelitian dan kajian pustaka













DAFTAR PUSTAKA

Yatim, Wildan. 1987. Biologi Modern. Bandung. TARSITO
Brewer, Sarah. 1997. Fakta Tubuh. Jakarta. Penerbit Erlangga
Kastowo, Hadi. 1982. ZOOLOGI UMUM. Bandung. Penerbit Alumni
https://dosenbiologi.com/manusia/mekanisme-kontraksi-otot.”Mekanisme Kontraksi Otot
Paling Lengkap”. Diakses tahun 2018

Panji. 2016. http://www.edubio.info/2015/06/mekanisme-kontraksi-otot.html.”

MEKANISME KONTRAKSI OTOT”. Diakses tahun 2018


Alegala,Asep Kurnia. 2006. http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-daya-tahan-
otot/ . “PENGERTIAN DAYA TAHAN OTOT”. Diakses tahun 2018
https://halosehat.com/penyakit/kelelahan-otot. “Kelelahan Otot”. Diakses tahun 2018
http://pikirsehat.blogspot.co.id/2015/03/menjaga-kesehatan-otot.html.” Menjaga Kesehatan
            Otot”. Diakses tahun 2018
Fadhilah, Debby. http://ilmuveteriner.com/sumber-energi-untuk-gerakan-otot/ . “Sumber
            Energi Untuk Otot”. Diakses tahun 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar